Analisis Faktor Mempengaruhi Produksi Usahatani Nanas ( Ananas Comosus ) Di Desa Senuro Barat Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir
DOI:
https://doi.org/10.48093/jimanggis.v6i2.349Keywords:
Pengendalian, Hama, Terpadu, Usahatani, NanasAbstract
Provinsi Sumatera Selatan sebagai salah satu daerah penghasil produksi nanas terbesar di Indonesia, berdasarkan data BPS Provinsi Sumatera Selatan produksi nanas tahun 2016 di Sumatera Selatan sebanyak 575.211 kuintal. Produksi terbesar nanas di Sumatera Selatan tersebar di beberapa kabupaten/kota antara lain yaitu Muara Enim, Prabumulih dan Ogan Ilir. Desa Senuro Barat merupakan salah satu desa di Kecamatan Tanjung Batu di Kabupaten Ogan Ilir yang memiliki usaha tani nanas. Lahan yang luas serta tanaman yang mudah hidup diberbagai jenis tanah membuat masyarakat Senuro Barat membudidayakan tanaman nanas. Kabupaten Ogan Ilir merupakan salah satu pemasok nenas dengan jumlah 20.379 kuintal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh luas tanam, luas panen, luas serangan pengendalian hama dan perlakuan pengendalian hama terhadap produksi usahatani nanas di Desa Senuro Barat dan Untuk menganalisis pendapatan usahatani nanas akibat pengendalian hama terpadu dan tidak ada pengendalian hama terhadap usahatani nanas. Hasil penelitian menunjukkan Variabel perlakuan PHT dan luas panen berpengaruh secara signifikan dan memiliki arah yang positif terhadap jumlah produksi usahatani nanas di Desa Senuro Barat Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir. Pendapatan petani usahatani nanas dengan PHT jauh lebih besar dibandingkan dengan petani dalam berusahatani yang tidak melakukan PHT. Pendapatan bersih petani usahatani nanas dengan PHT yaitu sebesar Rp 75.883.500 per hektar. Sementara pendapatan bersih petani usahatani nanas yang tidak melakukan PHT yaitu sebesar Rp 43.519.250 per hektar
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nur Ahmadi, Naimah Naimah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










