Analisis Biaya Dan Pendapatan Petani Cabai Merah Keriting (Capsicum Annuum L.) Di Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin
DOI:
https://doi.org/10.48093/jimanggis.v6i2.348Keywords:
Cabai Merah Keriting, kelayakan usaha, Biaya Produksi, Penerimaan, R/C RatioAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelayakan usahatani cabai merah keriting berdasarkan perbandingan antara total penerimaan dan total biaya produksi melalui perhitungan R/C ratio. Komoditas cabai merah keriting dipilih karena merupakan salah satu produk hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang stabil sepanjang tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data primer melalui wawancara dan penyebaran kuesioner kepada 30 petani cabai merah keriting di Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menghitung biaya tetap, biaya variabel, total biaya produksi, penerimaan, keuntungan, serta efisiensi usaha (R/C ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi sebesar Rp104.259.930,00 per hektar, sedangkan rata-rata penerimaan mencapai Rp175.000.000,00 per hektar. Dengan demikian, diperoleh keuntungan sebesar Rp70.740.070,00 per hektar dan nilai R/C ratio sebesar 1,68. Nilai ini menunjukkan bahwa setiap satu rupiah biaya produksi menghasilkan penerimaan sebesar Rp1,68, sehingga dapat disimpulkan bahwa usahatani cabai merah keriting di Kecamatan Sembawa layak dan menguntungkan untuk diusahakan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Agoes Thony Ak., Kuwatno Kuwatno, Sukardi Sukardi, Muhammad Tasrip, Dhiary Yessi Andarastuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










