Sosialisasi Pengendalian Rabies dalam Mendukung Program Banyuasin Bebas Rabies (BEBERES) Tahun 2028

Authors

  • Warsi Warsi Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten, Banyuasin
  • Kuwatno Kuwatno Program Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti

DOI:

https://doi.org/10.48093/jurdianpasti.v4i1.367

Keywords:

Rabies, Sosialisasi, One Health, Banyuasin Bebas Rabies, Kesehatan Masyarakat

Abstract

Rabies merupakan penyakit zoonosis yang bersifat fatal dan masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, khususnya di negara berkembang. Pengendalian rabies membutuhkan pendekatan komprehensif yang melibatkan berbagai sektor serta partisipasi aktif masyarakat. Kabupaten Banyuasin menetapkan Program Banyuasin Bebas Rabies (BEBERES) Tahun 2028 sebagai upaya strategis dan berkelanjutan untuk mencegah masuk dan berkembangnya rabies di wilayahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan sosialisasi pengendalian rabies sebagai bagian dari implementasi Program BEBERES di Kecamatan Sembawa yang ditetapkan sebagai wilayah percontohan (pilot project). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan kolaboratif lintas sektor melalui kegiatan sosialisasi tatap muka yang melibatkan instansi terkait, pemerintah kecamatan dan desa, tenaga penyuluh, petugas teknis lapangan, serta unsur akademisi. Materi sosialisasi disampaikan secara bertahap dan sistematis, meliputi kebijakan dan strategi pengendalian rabies, gambaran epidemiologis dan sistem kewaspadaan dini, aspek teknis rabies, serta penguatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap bahaya rabies dan upaya pencegahannya, penguatan kolaborasi lintas sektor berbasis pendekatan One Health, serta terbentuknya komitmen bersama dalam mendukung vaksinasi Hewan Penular Rabies dan pelaporan kasus gigitan. Kegiatan sosialisasi ini memberikan kontribusi positif terhadap upaya pencapaian target Banyuasin Bebas Rabies Tahun 2028 serta mendukung komitmen global Zero by 30 dalam mengakhiri kematian manusia akibat rabies

References

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice-Hall.

Dunn, W. N. (2018). Public policy analysis (5th ed.). Routledge.

Food and Agriculture Organization of the United Nations, World Health Organization, & World Organisation for Animal Health. (2023). Taking a multisectoral One Health approach: A tripartite guide to addressing zoonotic diseases. FAO, WHO, & WOAH.

Food and Agriculture Organization of the United Nations, World Organisation for Animal Health, & World Health Organization. (2023). Zero by 30: Global strategic plan to end human deaths from dog-mediated rabies by 2030. FAO, WOAH, & WHO.

Jawetz, E., Melnick, J. L., & Adelberg, E. A. (2019). Medical microbiology (28th ed.). McGraw-Hill Education.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Petunjuk teknis pencegahan dan pengendalian rabies. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2022). Pedoman pengendalian dan pemberantasan penyakit hewan menular strategis (PHMS), termasuk rabies. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Leavell, H. R., & Clark, E. G. (1965). Preventive medicine for the doctor in his community. McGraw-Hill.

Pretty, J. (1995). Participatory learning for sustainable agriculture. World Development, 23(8), 1247–1263.

Rosenstock, I. M., Strecher, V. J., & Becker, M. H. (1988). Social learning theory and the health belief model. Health Education Quarterly, 15(2), 175–183.

Syahfitri, R. (2023). Hubungan tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku pencegahan rabies di wilayah endemis. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(2), 115–123.

Taylor, L. H., Latham, S. M., & Woolhouse, M. E. J. (2001). Risk factors for human disease emergence. Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences, 356(1411), 983–989.

World Health Organization. (2018). WHO expert consultation on rabies: Third report. WHO Press.

World Health Organization. (2023a). Global rabies epidemiology and burden of disease. World Health Organization.

World Health Organization. (2023b). Rabies fact sheet. World Health Organization.

World Health Organization. (2023c). Rabies. World Health Organization.

Zinsstag, J., Schelling, E., Waltner-Toews, D., & Tanner, M. (2011). From “one medicine” to “one health” and systemic approaches to health. Preventive Veterinary Medicine, 101(3–4), 148–156.

Downloads

Published

2026-02-07

How to Cite

Warsi, W., & Kuwatno, K. (2026). Sosialisasi Pengendalian Rabies dalam Mendukung Program Banyuasin Bebas Rabies (BEBERES) Tahun 2028. Jurnal Pengabdian Pasca Unisti (JURDIANPASTI), 4(1), 15–30. https://doi.org/10.48093/jurdianpasti.v4i1.367